Bos Anti Doping As Curiga Para Atlet Rusia “tak Bersih” Di Olimpiade Tokyo Halaman All

Selain itu, atlet Rusia yang tidak terlibat doping atau menutupi hasil tes positif masih diizinkan untuk tampil di Olimpiade 2020, Olimpiade Musim Dingin 2022, dan Piala Dunia FIFA 2022. Namun, bendera maupun lagu kebangsaan Rusia dilarang sehingga tampil sebagai atlet atau tim netral. KOMPAS.TV – Akibat skandal doping, pengadilan arbitrase olahraga dunia menjatuhkan sanksi final pada Rusia. Rusia dengan keras membantah terlibat dalam skema doping yang disponsori negara, mengajukan banding atas larangan empat tahun pertama mulai 2019. Jakarta, CNBC Indonesia – Rusia dilarang tampil dalam kegiatan olahraga kelas dunia, selama empat tahun ke depan.

Sementara itu, cabang olahraga bulutangkis dimulai pada Sabtu, 24 Juli hingga 2 Agustus mendatang. Para atlet perwakilan negara peserta berjuang untuk mengharumkan nama bangsa mereka, namun tidak bagi empat atlet Rusia. Setelah ditimpa kasus besar, jelang Olimpiade Tokyo, dua atlet renang mereka pun dilarang tampil di Olimpiade tapi dibatalkan CAS. Dia meraih medali perunggu di belakang peraih emas Evgeny Rylov di last gaya punggung 200 meter.

Hukuman ini mulai berlaku pada 17 Desember 2020 dan berakhir 16 Desember 2022. Hal itu lantaran Negeri Beruang Merah secara resmi dilarang bertanding di Tokyo karena pelanggaran doping atlet yang diungkap Badan Anti-Doping Dunia pada 2019 lalu. Status ini dimanfaatkan oleh Murphy untuk melontarkan tudingan. Selain penggunaan nama, Rusia juga tidak diperkenankan menggunakan lagu kebangsaannya pada multiajang terbesar di dunia tersebut. Meski begitu, Rusia tetap memakai seragam kebangsaan yang menggabungkan warna bendera Negeri Beruang Merah. Meski ganti nama, Rusia tetap tampil dengan kekuatan penuh di Olimpiade Tokyo nanti.

Dilansir dari berbagai sumber, persiapan skuad Rusia dinodai oleh skandal doping, negara tersebut akhirnya harus bertanding di bawah bendera netral. Keputusan ini dikeluarkan pengadilan arbitrase olahraga atau Court of Arbitration for Sport yang berbasis di Swiss pada 17 Desember 2020 waktu setempat. “Mereka harus bisa membuktikan mereka tidak ada hubungannya dengan ketidakpatuhan, mereka tidak terlibat dalam skema doping, atau mereka tidak memiliki sampel hasil manipulasi,” tegas Fitzgerald. Terkait hal tersebut, Rusia sempat membantah terlibat dalam skema dopingyang disponsori negara. Kemudian mereka mengajukan banding atas larangan empat tahun pertama mulai 2019. Rusia dinyatakan bersalah atas skema doping yang disponsori negara.

Atlet angkat besi Rusia harus mengubur mimpi mereka tampil di Olimpiade 2016 karena tersandung kasus doping. Hukuman tersebut berkurang dari tuntutan semula yang diajukan Badan Anti-Doping Dunia pada Desember 2019 yang meminta Rusia dihukum empat tahun dari dunia olahraga. “Orang-orang yang tahu lebih banyak tentang situasi membuat keputusan yang mereka lakukan,” kata Murphy. Hal tersebut sempat membuat Presiden Badan Anti-Doping Dunia , Witold Banka kecewa.

Ternyata Komite Olimpiade Internasional masih mengizinkan atlet Rusia bertanding di Jepang namun dengan syarat khusus. Namun, dalam keputusan 186 halaman yang tetap dirahasiakan, panel hakim CAS menguranginya menjadi dua tahun. Hukuman itu hanya berlaku untuk Olimpiade dan Paralimpiade dan tidak berlaku bagi pejabat IOC atau pejabat yang diundang oleh kepala negara untuk menghadiri acara olahraga besar. [newline]SYDNEY – Vonis ringan Pengadilan Arbitrase Olahraga terhadap Rusia terkait kasus doping atletnya menuai banyak kritik.

Terlibat kasus doping membuat Rusia harus berganti nama dan atribut menjadi Komite Olimpiade Rusia di Olimpiade Tokyo 2020. Hanya empat keping salju yang terbuka dan meluncurkan kembang api membentuk simbol cincin olimpiade. Maria Sharapova sudah mulai menjalani hukuman tampil untuk sementara waktu per 12 Maret 2016. Maria Sharapova terbukti dan mengakui mengonsumsi obat terlarang yang masuk dalam kategori doping di Australia Terbuka 2016. Deputi IV Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, mengakui penyuluhan dan pengetahuan atlet soal zat-zat yang dilarang masih minim. Kepala Integritas Olahraga Australia David Sharpe menyatakan kekecewaan atas keputusan tiga panel hakim yang salah satunya dari Australia.

Sementara itu, Travis Tygart kembali memberikan komentar mengenai Rusia yang dikabarkan tengah merombak sistem anti doping. Rusia dijatuhi hukuman larangan tampil selama empat tahun di semua kompetisi internasional, termasuk Olimpiade, dari Agensi Anti Doping Dunia pada tahun 2019. Para atlet Rusia tampil di Olimpiade Tokyo 2020 dengan tidak membawa nama negara mereka. Sebelumnya karena hal ini Rusia pun mendapat sanksi tak bisa berlaga dalam Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang Korea Selatan 2018. Ini hukuman karena doping yang dilakukan di Olimpiade Musim Dingin 2014 yang berlangsung di Sochi Rusia.

Larangan itu juga berarti olahragawan dan olahragawan Rusia tidak akan dapat tampil di Olimpiade di Tokyo tahun 2020 di bawah bendera dan lagu kebangsaan mereka sendiri. Bendera, lagu kebangsaan, dan tim yang mengatasnamakan Rusia tidak diperbolehkan berkibar, mengalun, dan bertanding di event akbar yang bersangkutan. Akibat kasus itu, Rusia pun sudah dilarang ikut serta berkompetisi sebagai negara dalam cabang olahraga atletik sejak 2015. Ketika itu, Rusia diketahui melakukan aksi doping disponsori oleh negara dalam cabang olahraga atletik. Namun justru terdapat kontingen yang berada di bawah naungan nama Komite Olimpiade Rusia . Usut punya usut, ternyata itu adalah imbas dari skandal doping yang dilakukan Rusia pada Olimpiade 2014 di Sochi.

Qhulxma